Syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi,
karena perbuatansyirik (menyekutukan Allah) menyebabkan kerusakan dan
bahaya yang besar, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan
bermasyarakat. Di antara kerusakan dan bahaya akibat perbuatan syirik adalah:
Pertama: Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan
Pertama: Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan
Syirik menghinakan kemuliaan manusia, menurunkan derajat dan
martabatnya. Sebab Allah menjadikan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi.
Allah memuliakannya, mengajarkan seluruh nama-nama, lalu menundukkan baginya
apa yang ada di langit dan di bumi semuanya. Allah telah menjadikan manusia
sebagai penguasa di jagad raya ini. Tetapi kemudian ia tidak mengetahui derajat
dan martabat dirinya. Ia lalu menjadikan sebagian dari makhluk Allah sebagai
Tuhan dan sesembahan. Ia tunduk dan menghinakan diri kepadanya.
Ada sebagian dari manusia yang menyembah sapi yang sebenarnya diciptakan Allah untuk manusia agar hewan itu membantu meringankan pekerjaannya. Dan ada pula yang menginap dan tinggal di kuburan untuk meminta berbagai kebutuhan mereka. Allah berfirman: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) di buat orang. (Berhala-berhala) itu benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan”. (Al-Hajj: 20-21)
“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ketempat yang jauh”. (Al-Hajj: 31)
Kedua: Syirik adalah sarang khurofat dan kebatilan
Dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan perbuatan syirik,
“barang dagangan” dukun, tukang nujum, ahli nujum, ahli sihir dan yang
semacamnya menjadi laku keras. Sebab mereka mendakwahkan (mengklaim) bahwa
dirinya mengetahui ilmu ghaib yang sesungguhnya tak seorangpun mengetahuinya
kecuali Allah. Jadi dengan adanya mereka, akal manusia dijadikan siap untuk
menerima segala macam khurofat/takhayul serta mempercayai para pendusta
(dukun). Sehingga dalam masyarakat seperti ini akan lahir generasi yang tidak
mengindahkan ikhtiar (usaha) dan mencari sebab serta meremehkan sunnatullah
(ketentuan Allah).
Ketiga: Syirik adalah kedholiman yang paling besar
Yaitu dhalim terhadap hakikat yang agung yaitu (Tidak ada Tuhan
yang berhak disembah selain Allah). Adapun orang musyrik mengambil selain Allah
sebagai Tuhan serta mengambil selainNya sebagai penguasa. Syirik merupakan
kedhaliman dan penganiayaan terhadap diri sendiri. Sebab orang musyrik
menjadikan dirinya sebagai hamba dari makhluk yang merdeka. Syirik juga merupakan
kezhaliman terhadap orang lain yang ia persekutukan dengan Allah karena ia
telah memberikan sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya.
Keempat: Syirik sumber dari segala ketakutan dan
kecemasan
Orang yang akalnya menerima berbagai macam khurofat dan
mempercayai kebatilan, kehidupannya selalu diliputi ketakutan. Sebab dia
menyandarkan dirinya pada banyak tuhan. Padahal tuhan-tuhan itu lemah dan tak
kuasa memberikan manfaat atau menolak bahaya atas dirinya.
Karena itu, dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan, putus asa dan ketakutan tanpa sebab merupakan suatu hal yang lazim dan banyak terjadi. Allah berfirman: “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang yang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak memberikan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka adalah Neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang dhalim”. (Ali-Imran: 151)
Kelima: Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat
Karena itu, dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan, putus asa dan ketakutan tanpa sebab merupakan suatu hal yang lazim dan banyak terjadi. Allah berfirman: “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang yang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak memberikan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka adalah Neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang dhalim”. (Ali-Imran: 151)
Kelima: Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat
Syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan
para perantara, sehingga mereka meremehkan amal shalih. Sebaliknya mereka
melakukan perbuatan dosa dengan keyakinan bahwa para perantara akan memberinya
syafa’at di sisi Allah. Begitu pula orang-orang kristen melakukan berbagai
kemungkaran, sebab mereka mempercayai Al-Masih telah menghapus dosa-dosa mereka
ketika di salib. Sebagian umat Islam mengandalkan syafaat Rasulullah
Shallallaahu alaihi wasallam tapi mereka meninggalkan kewajiban dan banyak
melakukan perbuatan haram. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam berkata
kepada putrinya: “Wahai Fathimah binti Muhammad, mintalah dari hartaku
sekehendakmu (tetapi) aku tidak bermanfaat sedikitpun bagimu di sisi Allah”.
(HR. Al-Bukhari).
Keenam: Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka
Keenam: Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka
Syirik menyebabkan kesia-siaan dan kehampaan di dunia, sedang di
akhirat menyebabkan pelakunya kekal di dalam Neraka. Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti
Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka, dan tidaklah ada
bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun”. (Al-Maidah: 72).
Ketujuh: Syirik memecah belah umat
Ketujuh: Syirik memecah belah umat
“Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang memper-sekutukan
Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi
beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada
golongan mereka”. (Ar Ruum: 31-32)
Itulah berbagai kerusakan dan bahaya yang ditimbulkan
perbuatan syirik. Yang jelas Syirik merupakan penyebab turunnya derajat dan
martabat manusia ke tempat paling hina dan paling rendah. Karena itu Wahai para
pembaca yang budiman yang dirahmati Allah, Marilah kita bertaubat atas segala
perbuatan syirik yang telah kita perbuat dan marilah kita peringatkan dan kita
jauhkan masyarakat di sekitar kita, anggota keluarga kita, sanak famili kita,
dari syirik kerusakan dan bahayanya. Agar kehinaan dan kerendahan yang
menimpa ummat Islam segera berakhir, agar kehinaan dan kerendahan ummat Islam
diganti menjadi kemuliaan.






0 komentar:
Posting Komentar